PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN,- Keluarga Sujari di Kelurahan Buaran, Kecamatan Kradenan, Kota Pekalongan, mendapat kunjungan dari jajaran pemerintah setempat dan perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Senin (11/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali kronologi kejadian yang dialami istri Sujari.
Sujari menuturkan, kabar mengenai rencana kedatangan Lurah Buaran bersama staf disampaikan oleh Ketua RT setempat sekitar pukul 08.45 WIB.
Sekitar pukul 10.30 WIB, Lurah Buaran bersama jajaran staf kelurahan datang ke rumah Sujari untuk menanyakan kronologi kejadian. Setelah melakukan perbincangan, rombongan kemudian meninggalkan lokasi.
Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan dari KP2MI bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekalongan dan Lurah Buaran kembali mendatangi rumah Sujari.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menggali informasi lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa yang dialami istri Sujari. Pertemuan berlangsung cukup lama, sekitar tiga jam, sebelum rombongan meninggalkan rumah tersebut.
Di tengah upaya yang dilakukan berbagai pihak, Sujari berharap istrinya dapat segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat.
Dengan nada sedih dan haru, Sujari menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan datang langsung ke rumahnya.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Rizal Bawazier, Pengacara Didik Pramono, Pemerintah Kota Pekalongan, Babinkantimas Polsek Selatan,Awak Media dan KP2MI yang sudah membantu saya,” ujar Sujari
Ia juga menyampaikan harapan agar persoalan yang menimpa istrinya segera mendapatkan penyelesaian sehingga sang istri dapat kembali berkumpul bersama keluarga.“Semoga istri saya secepatnya bisa pulang ke Tanah Air dengan selamat,” ucap Sujari dengan penuh harap.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian berbagai pihak terhadap kondisi keluarga Sujari. Keluarga berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait dapat membantu mempercepat upaya pemulangan istrinya ke Indonesia.
Sebelumnya Nasib pilu dialami Sujari (54), warga Buaran Kradenan Gang 9, RT 03/RW 05, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Ia kebingungan mencari uang Rp65 juta untuk memulangkan istrinya, Khamidah (46), yang jatuh sakit saat bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Sujari tak berdaya. Ia mengaku saat ini tidak bekerja karena harus mengasuh kedua anaknya di rumah, sementara sang istri berangkat ke luar negeri demi mencari nafkah.





