PANTURA24.COM, TEGAL – Seorang pengurus kapal di Pelabuhan Tegal berinisial P (46) mengeluhkan dugaan mahalnya biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap kali kapal masuk maupun keluar pelabuhan.
“Di sini semua serba uang. Kapal masuk koordinasi, kapal keluar juga koordinasi. Belum yang lain-lain,” kata P saat ditemui di Pelabuhan Tegal, Selasa (9/9/2025).
Menurut P, meski secara umum pelayanan pelabuhan berjalan lancar, namun bagi pengurus kapal yang memiliki modal terbatas, beban biaya tersebut kerap menimbulkan kebingungan.
“Kalau modal pas-pasan, bingung untuk ngurus. Kapan bisa gratis tanpa koordinasi? Di sini kalau tidak ada koordinasi, perizinan sulit dan sering dipersulit,” ujarnya.
P berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan serta aparat penegak hukum memperhatikan kondisi di Pelabuhan Tegal. Ia menyebut pelabuhan kecil itu justru memiliki aktivitas operasional yang cukup besar.
“Semoga ada perhatian dari kementerian. Pelabuhan kecil tapi operasional besar. Banyak oknum-oknum yang bermain. Semoga aparat bisa melakukan OTT agar praktik-praktik itu dihentikan,” ucapnya.





