Jenderal Dudung Resmikan Tugu Perjuangan Pekalongan

Jenderal Dudung Resmikan Tugu Perjuangan Pekalongan
Kasad Jendral TNI Dudung Abdurachman didamping Habib Luthfi Bin Yahya dan Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid meresmikan Tugu Perjuangan Pekalongan di Kompleks Stadion Hoegeng Kota Pekalongan

Pantura24.com, Kota Pekalongan – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meresmikan Monumen Perjuangan Pekalongan. Monumen berbentuk tugu itu berlokasi di kawasan Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan.

“Tugu Perjuangan Pekalongan ini diprakarsai oleh Habib Luthfi dan dibangun dengan swadaya,” ujar Dudung, Rabu (19/7/2023).

Bacaan Lainnya

Ia menyebut pembangunan tugu perjuangan di Kota Pekalongan ini juga dibantu oleh semua pihak baik TNI, Polri dan walikota, termasuk forkopimda.

“Tugu ini mengingatkan tentang perjuangan para pejuang-pejuang kita dalam rangka merebut kemerdekaan penjajah jepang,” katanya.

Menurut Dudung tugu perjuangan dibangun untuk mengenang jasa-jasa para pahlwan yang telah gugur dan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

Bahwa di Pekalongan telah terjadi pertempuran sengit menuju kemerdekaan sehingga para generasi muda akan tumbuh berkembang rasa jiwa persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan bela negara.

“Tadi kegiatan-kegiatan sudah diawali dengan kirab merah putih yang dihadiri oleh seluruh eleman masyarakat baik TNI maupun Polri dan seluruh purnawirawan, keturuan dari pejuang serta masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut warga Kota Pekalongan juga dihibur oleh sejumlah aksi yang memukau seperti kirab bendera merah putih sepanjang 150 meter.

Kemudian ada aksi marching band, drama kolosal perjuangan rakyat Pekalongan dalam peristiwa bersejarah 3 Oktober 1945 antara tokoh pemuda melawan tentara pendudukan Jepang.

Lalu yang tidak kalah jadi perhatian ribuan pasang mata di tribun Stadion Hoegeng adalah aksi 15 penerjun berpengalaman dari TNI Angkatan Darat dan Polri yang melakukan pendaratan di tengah lapangan.

Gemuruh tepuk tangan dan decak kagum penonton di stadion tak henti-hentinya ditujukan kepada lima srikandi Kopassus yang terjun payung dengan membawa bendera kesatuan dan merah putih ukuran raksasa.

Adapun kompleks tugu perjuangan yang baru diresmikan dilengkapi dengan kendaraan tempur jenis Tank AMX 13 buatan Prancis tahun 1953-1985 beserta dua unit meriam Howitzer M101 buatan Amerika tahun 1941.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *