PANTURA24.COM, MANDALIKA – Puncak gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 3–5 Oktober 2025, mencatat kesuksesan tertinggi sejak pertama kali digelar pada 2022.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan MGPA, selaku penyelenggara, melaporkan total 140.324 penonton hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Angka itu meningkat 15,73 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 121.252 penonton.
Kenaikan signifikan jumlah penonton tersebut menegaskan Mandalika sebagai destinasi sportstainment kelas dunia, sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Kolaborasi dan Dampak Ekonomi
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut, penyelenggaraan tahun ini merupakan yang terbaik sejak MotoGP pertama kali digelar di Mandalika.
“Luar biasa! Lebih dari 140 ribu penonton hadir. Ini adalah prestasi bersama pemerintah, industri, dan masyarakat. Kami akan terus evaluasi, termasuk ketersediaan hotel agar semakin banyak investor yang berinvestasi,” ujar Erick.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menambahkan, ajang ini bukan hanya olahraga, tetapi juga instrumen strategis nation branding.
“Melalui event ini, kami berkomitmen menciptakan multiplier effect ekonomi. Okupansi hotel mencapai 100 persen, penerbangan tambahan habis terjual, dan wisatawan meningkat signifikan,” katanya.
Data Dinas Pariwisata NTB mencatat tingkat hunian hotel di Lombok mencapai 93 persen, dengan kawasan Mandalika terisi penuh. Bandara Internasional Lombok juga mencatat 44 penerbangan tambahan, menunjukkan lonjakan mobilitas wisatawan.
Lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal terserap selama penyelenggaraan berlangsung, menegaskan peran MotoGP Mandalika dalam mendorong ekonomi daerah dan sport tourism nasional.
Ruang Budaya dan Identitas Lokal
Tak hanya menghadirkan balapan spektakuler, perhelatan tahun ini juga menjadi ruang pertemuan budaya. Beragam atraksi tradisional, kuliner khas, dan pameran kerajinan lokal turut mewarnai suasana.
Maya Watono menegaskan, integrasi budaya lokal menjadi keunggulan tersendiri bagi Mandalika.
“Event ini menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari pengalaman sportainment dunia,” ujarnya.
Ketua Penyelenggara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Troy Warokka, menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini tidak hanya sukses dari sisi jumlah pengunjung, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan.
“Kami menghadirkan program kolaborasi ESG bersama ITDC dan Dorna Sports, yang mengangkat seni serta budaya Indonesia. Ini bukti bahwa ajang internasional juga dapat membawa dampak sosial dan ekonomi positif,” katanya.
Hasil Balapan
Pada Race Day, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyerahkan trofi kepada pemenang MotoGP™. Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP™) tampil gemilang dan finis di posisi pertama, diikuti Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP™).
Sementara itu, Marc Marquez, Juara Dunia 2025, gagal finis setelah terjatuh di lap pertama.Di kelas Moto2, D. Moreira (Italtrans Racing Team) menjuarai balapan, disusul M. Gonzalez (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP) dan I. Guevara (BLU CRU Pramac Yamaha Moto2).Pada kelas Moto3, J. Rueda (Red Bull KTM Ajo) finis pertama sekaligus mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2025.
Dari Mandalika untuk Dunia
Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 turut berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Kemenpora, Pertamina, BUMN, pemerintah daerah, hingga sponsor utama seperti BRI, Mandiri, BNI, Telkom, dan Telkomsel.
“Kolaborasi semua pihak memastikan event berjalan lancar dan mencapai standar terbaik. Ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga wujud promosi pariwisata Indonesia di mata dunia,” tutup Troy.






