Gratis Sehari, RB Ajak Warga Pekalongan Naik Angkot Gratis

Caleg Dapil X Rizal Bawazier ajak masyarakat Pekalongan kembali naik angkot gratis untuk mempopulerkan moda transportasi yang sempat menjadi primadona, Minggu (17/12).

Pantura24.com, Pekalongan – Warga Kota dan Kabupaten Pekalongan diberikan kejutan naik angkot gratis dalam sehari ke berbagai tujuan trayek. Program naik angkot gratis dalam satu hari itu diinisiasi oleh Caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil X, Rizal Bawazier (RB).

“Kita rame-rame kembali naik angkot yang dulu pernah menjadi moda transportasi andalan. Hari ini kita gratiskan agar kembali populer,” ujar Rizal Bawazier, Minggu (17/12/2023).

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan ternyata masyarakat masih tertarik dan butuh angkot apalagi digratiskan sehingga ini menjadi salah satu cara untuk mempopulerkan kembali kebiasaan naik angkot.

Dewan Pakar PKS itu juga menyebut program naik angkot gratis itu merupakan cara untuk lebih dekat dengan masyarakat. Naik angkot gratis layak untuk dikaji sebagai program aspirasi DPR RI.

“Imej angkot itu dulu bagus sekarang kok sepi kenapa, orang lebih tertarik pindah moda lain. Apa orang bahasnya mereka ini suka ngetem lama dan main serobot, kita ubah imej yang seperti ini dan kita promosikan agar angkot kembali diminati masyarakat,” terangnya.

Ia pun mengajak masyarakat naik angkot mengingat dulu angkot itu moda primadona yang pernah berjaya dan banyak menjadi pilihan karena lebih murah dibanding lainnya.

Ada 32 angkot yang disediakan gratis untuk masyarakat dengan berbagai tujuan trayek seperti Kedungwuni-Kajen dan Kajen-Kota Pekalongan.

Sementara itu Sodikin (62) warga Kota Pekalongan mengaku terbantu dengan adanya program naik angkot gratis meskipun hanya sehari. Ia mengaku menitipkan aspirasi kepada Rizal Bawazier agar memperjuangkan BBM murah minimal kembali ke harga yang lama.

“Kami ini orang kecil tidak menuntut macam-macam, yang penting itu harga BBM murah karena dampaknya merata ke lapisan masyarakat. Kalau BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu yang menikmati terbatas dan lebih banyak tidak tepat sasaran, contohnya kami tidak pernah satupun menerima bantuan sosial dari pemerintah,” bebernya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *