Sejumlah Pengusaha Distribusi Air Bersih di Batang Menolak Disebut Ilegal 

Salah satu metode pengisian air bersih ke kapal

Pantura24.com, Batang – SDY pengusaha distribusi air di Kabupaten Batang menampik perusahaannya tidak berizin. Pemilik salah satu kafe di kawasan Pantai Sigandu itu menyebut usaha yang dilakoninya turut menjaga kondisifitas daerah setempat.

“Jadi berita yang sudah terlanjur keluar itu tidak pas, kami secara badan hukum juga mempunyai PT yang perizin. Sudah kami perlihatkan izinnya, kami juga punya sumur yang berizin. Bahkan kami juga punya saluran PDAM,” ujarnya, Jum’at (15/9/2023) malam.

Bacaan Lainnya

Meski pihaknya mempunyai semua izin, namun demi menjaga suasana yang kondusif di Batang dan wilayah PLTU pada khsususnya, pihaknya menaruh perhatian kepada warga yang terdampak. Ada nelayan Roban, ada nelayan Batang.

“Saya tidak mengambil air untuk diri sendiri, saya berbagi dengan teman-teman yang terdampak. Supaya apa, agar suasana di sana itu kondusif,” jelasnya.

Jadi bisnis itu menurut saya sekali lagi Tidak semata-mata tentang uang tapi bisnis itu berbagi kepada siapa saja. Jadi seandainya kami ada keuntungan pun pihaknya tetap berbagi.

“Tadi teman-teman sudah lihat kita berbagi dengan janda-janda yang membutuhkan bantuan, uang tunai kita kasih tiap bulan. Itu kan bentuk berbagi,” katanya.

Adapun yang lain terkait dengan PT Global itu, menyatakan hanya dia sendiri yang punya izin dengan adanya informasi yang pihaknya sampaika jadi terbantahkan. Karena pihaknya juga punya izin.

“Oh ya kita tambahi dalam kesempatan ini tim Roban ada yang mewakili. Jadi cerita ini kan tidak satu pihak dari saya, Ini ada beberapa teman dari perwakilan Roban yang memang terdampak sekali, secara amdal PLTU. Intinya mohon jangan diganggulah pekerjaan kami, ini hanya untuk mencari sesuap nasi,” paparnya.

Sementara itu Reihan perwakilan dari nelayan Roban sebelumnya mengaku resah dengan adanya pemberitaan tersebut. Pihaknya sebagai warga Roban telah terdampak langsung dari PLTU mulai kontruksi hingga nanti beroperasi.

Dengan adanya kegiatan di PLTU Batang itu memberikan sumbangsih atas dampak yang ditimbulkan, maka sebagian dari nelayan dengan kurangnya penghasilan tersebut beralih ke pekerjaan alternatif yaitu dengan ikut untuk menyuplai adanya air bersih yang dibutuhkan kapal tongkang batubara.

“Jadi kami memohon kepada semua pihak untuk mengedepankan aspek sosial masyarakat karena mereka harus mendapatkan pengganti dari dampak yang ditimbulkan adanya PLTU Batang tersebut,” katanya.

Ia menambahkan untuk nelayan Roban yang terkena dampak adanya PLTU Batang itu kurang lebih ada 350 lebih nelayan mulai dari pemilik perahu hingga anak buah kapalnya dan sekarang sudah banyak jadi tenaga penyuplai air bersih.

“Dengan terbukanya peluang warga masyarakat Roban yang terkena dampak langsung atas kegiatan di PLTU Batang, usaha mengais rezeki alternatif supply air bersih ini cukup efektif untuk bisa memberikan keadaan yang kondusif keadaan yang nyaman dan juga bisa efektif mengurangi gejolak yang ada yang selama ini terjadi,” bebernya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *