Petani Tembakau di Batang Panen Raya, Siap-siap Pemburu Cuan Bakal Ketiban Berkah

Pj Bupati Batang melakukan petik perdana panen raya tembaku di Desa Jembangan, Kecamatan Bawang

Pantura24.com, Batang – Ribuan petani tembakau di Kabupaten Batang tersenyum ceria pasalnya hasil panen raya tembakau pada tahun ini kualitasnya bagus dan hasilnya pun melimpah. Senyum petani semakin lebar lantaran harga jual tembakau mengalami kenaikan.

“Cuaca panas sepanjang tahun ini menjadikan hasil panen tembakau petani sangat bagus,” ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Batang Muhammad Sabit, Kamis (24/8/2023).

Sabit mengungkapkan  selain memiliki kualitas bagus, hasil panen tembakau petani juga melimpah karena ada kenaikan jumlah daun tembakau yang dipetik.

Pada panen tahun sebelumnya per satu hektar lahan hanya mampu menghasilkan lima ton daun tembakau basah. Tahun ini hasil panen per satu hektar naik menjadi tujuh ton basah.

“Artinya total produksi tembakau basah petani tahun ini akan mencapai 1.262 ton dibanding sebelumnya yang hanya 810 ton saja,” terang Sabit.

Adapun harga jual tembakau basah perkilo tembus Rp 8000. Sedangkan tembakau kering rajang dijual antara 60 ribu hingg 80 ribu per kilo. Petani lokal lebih kerap menjual tembakau basah ke pengepul.

“Kalau tembakau kering rajang biasanya dijual petani langsung ke pasar lokal. Mereka produksi sendiri sebagai tambahan penghasilan,” jelasnya.

Sementara itu Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menambahkan bahwa musim kemarau telah memberikan berkah kepada petani sehingga berdampak pada kualitas tembakau.

“Potensi tanaman tembakau di Kabupaten Batang ini cukup besar sehingga pihak pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemda Batang ikut memberikan bantuan pendampingan melalui DBHCT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau),” papar Lani.

Dari data Dinas Pertanian setempat sentra tanaman tembakau di Batang tersebar di tiga kecamatan seperti Bawang, Reban dan Tersono.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *