Investasi Jadi Pintu Masuk Orang Asing, Tim Pora Dituntut Gencar Pelototi Orang Asing

Sekretaris Tim Pora Kabupaten Batang, Agung Wisnu Bharata bersama Imigrasi Pemalang dalam rapat pengawasan orang asing

Pantura24.com, Batang – Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Washono mengatakan pengawasan kepada orang asing era masuknya investasi ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang, harus dilakukan.

Menurut Washono salah satu tujuan masuknya investor asing adalah Jalur Pantura terutama ke Kabupaten Batang menjadi perhatian internasional karena dibukanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Bacaan Lainnya

Untuk itu penguatan dan konsistensi pengawasan terhadap Orang Asing sangat penting guna memastikan azas manfaat dari keberadaan dan kegiatan Orang Asing di KITB.

“Maka keberadaan Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) tidak hanya mengawasi, namun juga melakukan pengamanan kepada warga negara asing yang taat aturan,” ujarnya di Rapat Koordinasi Tim Pora Kabupaten Batang, Kamis (20/7/2023).

Ia menyebut banyak perusahaan multinasional dan domestik maupun patungan sudah memastikan untuk berinvestasi di proyek strategis nasional KITB.

Dampak dari derasnya investasi asing perlu diwujudkan dengan citra positif Indonesia di mata dunia serta juga mendukung visi misi presiden, yaitu membangun wisata dunia dan investasi maksimal.

“Kerjasama instansi di pusat dan daerah khususnya di Batang perlu tingkatkan,” katanya.

Hal yang terpenting dari bentuk kerjasama tersebut adalah masalah berbagi data maupun informasi terbaru dari tiap perkembangan terkait keberadaan maupun kegiataj yang dilakukan oleh orang asing.

“Kami berharap dengan kerjasama yang solid keduanya bisa mereduksi pelanggaran yang orang asing maupun penjamin di wilayah Kabupaten Batang,” tutupnya

Sementara di kesempatan yang sama Kepala Kesbangpol Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata menekankan agar Tim Pora memiliki terobosan inovatif dalam menghadapi masalah berkaitan dengan orang asing.

“Ada tuntutan Inovatif ada juga tuntutan Tim Pora untuk tetap memperhatikan budaya dan kearifan local,” tutur sekretaris Tim Pora Kabupaten Batang tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *