Sertifikat Rumah Dipinjam Mantan Bos, Warga Wonopringgo Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

Sertifikat Rumah Dipinjam Mantan Bos, Warga Wonopringgo Terancam Kehilangan Tempat Tinggal
Foto ilustrasi

PANTURA24.COM, PEKALONGAN – Seorang warga Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, berinisial MK (35), terancam kehilangan rumah yang menjadi satu-satunya tempat tinggalnya bersama ibu dan dua adiknya. Sertifikat rumah tersebut diduga disalahgunakan oleh mantan atasannya untuk jaminan pinjaman bank.

MK merupakan salah satu dari tiga ahli waris rumah tersebut. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan swasta dan hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Ia tinggal bersama ibunya yang saat ini dalam keadaan sakit.

Bacaan Lainnya

Kepada awak media, MK mengungkapkan bahwa persoalan bermula ketika mantan bosnya, seorang warga Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, yang diduga merupakan pengusaha batik sukses, meminjam sertifikat rumah milik keluarganya. Sertifikat itu digunakan sebagai jaminan pinjaman di salah satu bank swasta di Pekalongan sebesar Rp 200 juta dengan tenor satu tahun.

“Mantan bos saya berjanji sertifikat akan diambil kembali setelah pinjaman lunas. Saya niat membantu karena percaya,” ujar MK dengan mata berkaca-kaca.Selasa (30/12/25).

Namun, kepercayaan tersebut berujung petaka. MK mengaku baru mengetahui bahwa pinjaman yang awalnya dilakukan di wilayah Wiradesa pada Juli 2025 tersebut mengalami perubahan tanpa sepengetahuan dirinya sebagai pemilik sertifikat.Berdasarkan informasi yang ia terima, jasa keuangan yang menangani pinjaman itu tiba-tiba berpindah ke wilayah Tegal, dengan jaminan sertifikat yang sama.

Lebih mengejutkan lagi, nilai pinjaman disebut mengalami penambahan (top up) hingga mencapai Rp 650 juta, tanpa persetujuan dari MK maupun ahli waris lainnya.“Sudah lebih dari tiga bulan tidak ada setoran,” kata MK dengan suara bergetar.

MK menuturkan, pihak karyawan bank swasta tersebut menyampaikan bahwa apabila tidak ada pembayaran, maka sertifikat rumah akan dilelang sesuai prosedur yang berlaku. Ancaman tersebut membuat MK dan keluarganya diliputi rasa takut dan kesedihan.

“Saya sedih sekali. Kalau rumah ini dilelang, saya, adik-adik, dan ibu mau tinggal di mana?”kami sudah cari mantan bosku tapi rumah sepi dan sulit ditemui,ucap MK sambil menangis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *