Tangkap Keresahan Seniman Lokal, Dewan Pakar PKS Sambangi Pagelaran Budaya di Pekalongan

Dewan Pakar PKS Rizal Bawazier bersama pelaku seni di Kabupaten Pekalongan usai pagelaran wayang kulit dan fragmen wayang orang

Pantura24.com, Pekalongan – Para pegiat seni di Sanggar Bayu Laras kini tak lagi murung. Sanggar tempat berkumpul dan berlatihnya puluhan seniman asal Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya tersebut kedatangan Dewan Pakar Partai Keadailan Sejahtera (PKS) yang dinilai memiliki perhatian terhadap seni dan budaya lokal.

“Seniman seperti kami ini hidup dari manggung. Di tengah sepinya tanggapan, kalau ada yang mau memperhatikan nasib kami tentunya jadi sebuah harapan,” ujar seniman wayang orang, Gondo Wahyu usai tampil dihadapan Dewan Pakar PKS Rizal Bawazier, Kamis (17/8/2023).

Ia menyebut kesenian lokal kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Tiap kali ada kesempatan acara lebih memilih grup wayang orang atau wayang kulit dari luar daerah. Hal tersebut menjadikan senimal lokal terasing di daerah sendiri.

Gondo mengatakan tak mudah mempertahankan jati diri sebagai seniman di tengah kemajuan zaman. Pihaknya tidak saja bersaing mendapatkan tempat di panggung lokal dengan kelompok seni dari luar daerah namun juga kesulitan meraih hati penonton yang memiliki berbagai pilihan tontonan serupa seperti wayang streaming atau konten vidio wayang.

Kendati demikian menjalani hidup sebagai seniman tidak hanya melulu soal pendapatan atau uang namun juga ekspresi sebagai pelaku seni yang membutuhkan saluran manggung untuk tampil di hadapan banyak penonton.

“Ada tanggungjawab nguri-uri budaya, melestarikan tradisi dan melakukan regenerasi terhadap pelaku seni itu sendiri. Kami memilih cara bertahan agar tidak punah,” tutur Gondo yang sudah menjadi pemain wayang orang sejak remaja.

Gondo mengungkapkan tanggapan tidak seramai dahulu. Di bulan-bulan biasa paling banter menerima satu kali manggung, hanya di bulan Legeno Sanggar Bayu Laras bisa lebih banyak menerim permintaan manggung.

“Di bulan Legeno banyak kegiatan yang berhubungan dengan tradisi dan budaya seperti nyadran, sedakah laut atau sedekah bumi. Di bulan itulah sedikitnya ada tiga hingga lima kali tanggapan wayang yang diterima Sanggar Bayu Laras” ungkapnya.

Dalam kesempatan bertemu dengan Dewan Pakar PKS Rizal Bawazier, pihaknya mewakili seniman pemain wayang orang, dalang, sinden, perawit dan kru serombongan tidak hanya di Sanggar Bayu Laras hanya ingin menitipkan aspirasi agar bisa diperjuangkan.

“Kami titip aspirasi, semoga ada harapan lebih banyak kesempatan manggung dan ada perhatian menjaga kesenian lokal bisa terus hidup,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *