PANTURA24.COM, KOTA PEKALONGAN – Seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita karier, SE (49), warga pekalongan utara Kota Pekalongan, menceritakan kisah pilunya. Selama tiga tahun, ia merasa “digantung” oleh suaminya, QA (54), yang bekerja secara online namun tidak memberi nafkah.
Menurut SE, seluruh kebutuhan rumah tangga, mulai dari motor, mobil, rumah, hingga dapur sehari-hari, berasal dari penghasilannya sendiri.“Suami saya hanya makan dan minum, selebihnya marah-marah,” ungkap SE sambil menahan tangis.
Yang lebih menyakitkan, SE mendapati suaminya kadang menjalin hubungan dengan wanita lain. Namun demi anak-anak, ia memilih diam.“Sedih sekali, tiap malam saya menangis. Saya bingung harus mencari keadilan ke mana, dan tempat curhat siapa,” ujarnya.
SE berharap ada lembaga atau pihak yang bisa mendengarkan suara hati para perempuan seperti dirinya yang berjuang sendirian, tapi justru diperlakukan tidak adil di rumah tangganya.