PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Tim Konseling dan Testing HIV (KT-HIV) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan mengikuti kegiatan supervisi dan mentoring implementasi layanan HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) komprehensif oleh Dinas Kesehatan Kota Pekalongan yang digelar di Aula Rutan, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan implementasi layanan HIV dan PIMS komprehensif pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terpilih, sekaligus memperkuat kapasitas tim layanan kesehatan di lingkungan Rutan Pekalongan.
Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 9 orang Tim Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dan 5 orang Tim KT-HIV Rutan Pekalongan.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, yang mewakili Kepala Rutan Pekalongan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sebagai wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan supervisi dan mentoring ini, kami berharap layanan HIV dan PIMS di Rutan Pekalongan semakin optimal, terstandar, dan berkelanjutan. Kami juga mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dalam memperkuat kapasitas tim layanan kesehatan demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan,” ujar Anang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan pelaksanaan layanan konseling dan testing HIV oleh Tim KT-HIV Rutan Pekalongan sebagai bahan evaluasi bersama.
“Paparan tersebut menjadi dasar bagi Tim Dinas Kesehatan untuk memberikan masukan serta penguatan terhadap implementasi layanan di lapangan,”tuturnya.
Tim Dinas Kesehatan Kota Pekalongan yang dipimpin oleh Epidemiolog Muda, Opick Taufik, kemudian memberikan supervisi dan mentoring secara langsung guna memastikan layanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Supervisi dan mentoring ini bertujuan memastikan layanan HIV dan PIMS di Rutan Pekalongan berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat kapasitas tim agar layanan dapat diberikan secara komprehensif, berkesinambungan, dan mudah diakses oleh warga binaan,” ujar Opick.
Ia menegaskan, Dinkes Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus mendukung penguatan layanan kesehatan di lingkungan Rutan sebagai bagian dari upaya pengendalian HIV dan PIMS secara menyeluruh.
“Kami memandang bahwa layanan kesehatan di lingkungan Rutan merupakan bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar layanan HIV dan PIMS dapat berjalan secara optimal, komprehensif, dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa, pendekatan kolaboratif lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program, termasuk dalam upaya deteksi dini, pengobatan, hingga edukasi bagi warga binaan.
Kegiatan ditutup dengan sesi pengawasan serta evaluasi hasil pendampingan yang telah dilakukan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan implementasi layanan HIV dan PIMS di Rutan Pekalongan semakin optimal, terstandar, serta mampu memberikan dampak positif dalam peningkatan derajat kesehatan warga binaan,”pungkasnya.





