Hari Jadi Pekalongan, BI Tegal Diapresiasi atas Pengembangan Lahan Eks Rob

Hari Jadi Pekalongan, BI Tegal Diapresiasi atas Pengembangan Lahan Eks Rob
Penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal,Penghargaan diserahkan usai kegiatan istighosah di GOR Jetayu, Rabu (1/4/2026)

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekalongan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memberikan penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal sebagai Best Kolaborator atas kontribusinya dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan eks rob menjadi lahan produktif.

Penghargaan diserahkan usai kegiatan istighosah di GOR Jetayu, Rabu (1/4/2026) oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya dan jajaran lainnya.

Bacaan Lainnya

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkot Pekalongan atas sinergi dan dukungan Bank Indonesia dalam mendorong pemulihan serta pemanfaatan kembali lahan terdampak rob, khususnya di wilayah pesisir seperti Degayu yang sebelumnya terendam selama hampir 10 tahun.

Sekda Nur mengatakan bahwa kolaborasi antara Pemkot dan BI Tegal telah memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan.

“Pemkot Pekalongan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia Tegal yang selama ini telah mendukung. Kawasan seperti Degayu yang hampir 10 tahun terendam rob kini mulai bisa dimanfaatkan kembali,” katanya.

Menurutnya, setelah dilakukan penanganan banjir dan rob, lahan yang semula terendam mulai muncul kembali. Pemkot kemudian menggandeng BI Tegal untuk memastikan lahan tersebut tidak kembali terbengkalai, melainkan dioptimalkan menjadi lahan produktif.

“Kalau tidak dimanfaatkan tentu sangat disayangkan. Maka kami berkolaborasi untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi produktif,” ujarnya.

Melalui pengembangan demplot pertanian menggunakan varietas padi biosalin, lahan eks rob seluas 1 hektare kini mampu menghasilkan panen sekitar 4 hingga 6 ton dalam satu kali musim tanam. Capaian ini dinilai sangat signifikan, mengingat kondisi tanah eks rob yang memiliki kadar mineral dan zat besi tinggi.

Selain itu, Pemkot Pekalongan mencatat masih terdapat potensi pengembangan lahan yang cukup luas. Sekitar 90 hektare lahan eks rob yang telah muncul kembali siap untuk dioptimalkan secara bertahap.

“Harapan kami kolaborasi ini terus berlanjut, karena masih banyak lahan yang harus digarap. Tantangannya cukup besar, sehingga perlu dukungan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPw BI Tegal, Bimala menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan oleh Pemkot Pekalongan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Alhamdulillah, tepat di Hari Jadi Kota Pekalongan kami memperoleh penghargaan sebagai *best kolaborator*. Ini merupakan hasil kolaborasi bersama dalam memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif selama kurang lebih 10 tahun,” tandasnya.

Ia menerangkan, melalui penggunaan varietas biosalin pada demplot seluas 1 hektare, pihaknya mampu menghasilkan panen sekitar 5,4 hingga 6,3 ton dalam satu kali tanam, bahkan tanpa melalui percobaan berulang seperti di daerah lain.

Ke depan, BI Tegal bersama Pemkot Pekalongan juga mendorong pengembangan varietas biosalin sebagai pusat pembenihan di Kota Pekalongan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih sekaligus menjadi penyangga bagi pemanfaatan lahan pesisir di wilayah Pantura.

Momentum Hari Jadi Kota Pekalongan ini pun menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pemanfaatan lahan serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *