PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemuda SAGA (Gang 1 dan 3) Kelurahan Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, berperan aktif dalam menyukseskan tradisi pemotongan Lopis Ageng seberat 2,5 ton pada Sabtu (28/3/2026), dalam rangka perayaan Syawalan.
Para pemuda menjadi motor penggerak sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara. Mereka bergotong royong dalam proses pembuatan lopis raksasa setinggi 225 sentimeter dengan diameter 71 sentimeter, hingga turut menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi kegiatan.
Tradisi tahunan ini dihadiri Wali Kota Pekalongan, Haji Aaf, bersama istri serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tokoh SAGA, Eko Yuniarto, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama keberlangsungan tradisi Syawalan di Krapyak Lor. Menurut dia, nilai kebersamaan dan kekompakan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi kekuatan utama masyarakat.
“Pemuda harus terus dilibatkan agar tradisi ini tidak hilang. Semangat gotong royong menjadi bagian penting yang harus dijaga,” ujarnya.
Wali Kota Pekalongan mengapresiasi kontribusi para pemuda yang dinilai mampu menjaga eksistensi budaya daerah. Ia berharap generasi muda terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan budaya di tengah masyarakat.
Setelah prosesi pemotongan, Pemuda SAGA bersama panitia membagikan lopis kepada warga yang telah memadati lokasi sejak pagi. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, menciptakan suasana kebersamaan yang kental sepanjang acara berlangsung.







