Anggota Polres Pekalongan Gugur Saat Bertugas dalam Operasi Ketupat Candi 2026

Anggota Polres Pekalongan Gugur Saat Bertugas dalam Operasi Ketupat Candi 2026
Jenazah Bripka Septian dilepas dari rumah duka di Pekalongan sebelum diberangkatkan ke Surakarta untuk dimakamkan.Rabu (24/03/26).

PANTURA24.COM,PEKALONGAN, – Seorang anggota Polres Pekalongan, Bripka Septian Eko Nugroho, meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam rangka Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026, Minggu (22/3/2026) malam.

Bripka Septian yang tergabung dalam Sub Satgas Pengaturan dan Patroli Lalu Lintas dilaporkan meninggal setelah sempat pingsan saat bertugas di kawasan Alun-Alun Kajen sekitar pukul 22.50 WIB.

Bacaan Lainnya

Saat itu, ia tengah melakukan pengaturan arus lalu lintas. Sebelumnya, korban sempat beristirahat di sebuah angkringan sebelum akhirnya tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Rekan sesama anggota kemudian segera membawa korban ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis. Ia tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 22.55 WIB dalam kondisi tidak sadar dan langsung ditangani oleh petugas medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui tidak memiliki denyut nadi dan tidak bernapas. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan elektrokardiogram (EKG) yang menunjukkan adanya gangguan irama jantung.

Upaya resusitasi jantung paru (RJP) pun dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kondisi korban tidak menunjukkan adanya tekanan darah, denyut nadi, maupun pernapasan, serta pupil dalam kondisi midriasis.

Bripka Septian akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.55 WIB.
Berdasarkan riwayat kesehatan terakhir dalam pemeriksaan berkala, kondisi korban sebelumnya tercatat dalam batas normal. Dugaan sementara, penyebab kematian adalah serangan jantung, mengingat adanya gangguan irama jantung yang terdeteksi saat penanganan di IGD.

Dalam proses penanganan medis, korban juga telah diberikan tindakan lanjutan, termasuk pemberian epinefrin sebanyak empat ampul, namun tidak menunjukkan respons terhadap upaya penyelamatan.

Fakta lain yang turut menjadi perhatian adalah ditemukannya sejumlah tempelan koyo di tubuh almarhum saat jenazah hendak dimandikan. Hal ini mencerminkan dedikasi korban dalam menjalankan tugas, meskipun diduga dalam kondisi kelelahan.

Jenazah Bripka Septian dilepas dari rumah duka di Pekalongan sebelum diberangkatkan ke Surakarta untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum Operasi Ketupat Candi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *