PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Gedung H.A. Djunaid Convention Center, Kota Pekalongan, Rabu petang (11/3/2026). Ribuan imam masjid dan muazin dari berbagai penjuru Kota Pekalongan berkumpul dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Bersama yang digelar oleh Kospin Jasa.
Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-11 ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus bentuk penghargaan kepada para tokoh agama yang selama ini berperan penting dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, Dandim 0710/ Pekalongan Letkol Arm Gerry Herlambang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, anggota DPRD Kota Pekalongan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan ulama.
Ketua Umum Kospin Jasa, H.M. Andy Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para imam masjid, muazin, serta tokoh agama yang telah mengabdikan diri dalam membimbing umat.
Menurutnya, peran imam dan muazin sangat penting dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat, sehingga sudah selayaknya mendapatkan perhatian dan apresiasi.
“Alhamdulillah, untuk tahun ini merupakan kegiatan yang ke-11. Pada sore hari ini kita mengundang kurang lebih 2.500 imam masjid dan muazin serta tamu undangan lainnya. Temanya adalah silaturahmi, karena dengan silaturahmi insyaallah banyak keberkahan,” ujar Andy.
Ia menambahkan, selain menggelar buka bersama, Kospin Jasa juga memberikan santunan kepada keluarga imam masjid atau muazin yang telah meninggal dunia. Pada tahun ini, santunan diberikan kepada empat ahli waris sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap keluarga para tokoh agama tersebut.
“Setiap tahun Kospin Jasa memberikan santunan kepada imam masjid atau muazin yang meninggal dunia. Kita berikan kepada keluarganya sebesar Rp5.000.000,00 setiap ahli warisnya. Santunan itu di-cover oleh Asuransi Jasa Mitra Abadi Tbk yang merupakan asuransi milik Kospin Jasa,” jelasnya.
Andy berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi para imam masjid dan muazin yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan di Kota Pekalongan.
“Melalui kegiatan silaturahmi dan buka bersama ini, diharapkan hubungan antara para tokoh agama, masyarakat, dan berbagai elemen di Kota Pekalongan semakin erat, sehingga dapat terus bersama-sama menjaga keharmonisan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,”harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi langkah Kospin Jasa yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut setiap tahun. Ia menilai, kegiatan silaturahmi dan buka bersama ini tidak hanya mempererat hubungan antar tokoh agama, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, imam masjid dan muazin memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan serta membimbing masyarakat dalam menjalankan ibadah dan nilai-nilai keagamaan.
“Pemerintah Kota Pekalongan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Para imam masjid dan muazin adalah garda terdepan dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka,” tutur Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan tersebut, kegiatan juga diisi dengan pembacaan tasmi’ Al-Qur’an oleh qori internasional, Muammar Zainal Asyikin yang menambah kekhusyukan suasana menjelang waktu berbuka puasa.
Muammar menyampaikan rasa syukurnya karena hingga saat ini masih banyak pihak yang peduli terhadap para imam masjid dan muazin, terutama dalam momentum Ramadan yang penuh berkah.
“Bersyukur masih ada di antara kita yang mau berkorban untuk membesarkan Ramadan. Saya sudah tiga dekade setiap Ramadan di Kota Pekalongan, dari zaman Pak Haji Djunaid, kemudian Pak Haji Zaky, dan sekarang Pak Andi,” ungkapnya.
Ia juga berharap perhatian terhadap para imam, khatib, dan muazin tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan, tetapi juga dapat terus berlanjut sepanjang tahun sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada umat.
“Mudah-mudahan ke depan semakin besar perhatiannya kepada imam masjid dan muazin. Harapannya suatu saat bukan hanya di Ramadan, tetapi di luar Ramadan juga ada perhatian dan santunan bagi imam, khatib, dan muazin,” pungkas Muammar.





