PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengajak para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap, khususnya imunisasi Measles Rubella (MR). Imunisasi ini dinilai sangat penting sebagai upaya pencegahan penyakit campak dan rubella yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menegaskan bahwa, imunisasi MR merupakan bagian dari program imunisasi dasar lengkap yang telah lama dijalankan pemerintah untuk melindungi anak dari penyakit menular yang berbahaya.
Menurutnya, penyakit campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang sangat cepat di masyarakat, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.
“Imunisasi MR ini sangat penting karena campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan penularannya sangat cepat di masyarakat, khususnya pada anak-anak. Dengan pemberian vaksin MR secara lengkap, kita dapat mencegah anak dari risiko sakit berat bahkan kematian akibat komplikasi penyakit campak,” ujar Puji, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa, sasaran imunisasi MR diberikan mulai dari bayi usia 9 bulan, kemudian diberikan kembali atau booster pada usia 18 bulan, serta dilanjutkan saat anak memasuki usia sekolah dasar, tepatnya ketika anak duduk di kelas 1 SD.
Puji juga mengapresiasi berbagai upaya dan inovasi pelayanan yang dilakukan fasilitas kesehatan di Kota Pekalongan, termasuk Puskesmas yang terus berupaya mendekatkan layanan imunisasi kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas, seperti mendekatkan layanan imunisasi melalui posyandu maupun pos vaksin di lingkungan masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh orang tua agar tidak ragu membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap. Imunisasi adalah investasi kesehatan bagi masa depan anak agar tumbuh sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Medono, Happy Ika Fatmawati, menjelaskan bahwa, pelaksanaan imunisasi MR di wilayah kerjanya terus dilakukan secara rutin baik di dalam gedung Puskesmas maupun melalui pelayanan luar gedung.
“Program pemberian vaksin MR ini merupakan program pemerintah sebagai bagian dari imunisasi dasar lengkap yang sudah berjalan sejak lama. Di wilayah Puskesmas Medono, pelayanan vaksin MR dilaksanakan baik di dalam gedung yang terjadwal setiap minggu maupun di luar gedung, seperti pada saat kegiatan posyandu maupun melalui kunjungan ke masyarakat,” jelas Happy.
Ia menyebutkan bahwa pelayanan imunisasi di Puskesmas Medono dijadwalkan secara rutin dua kali dalam seminggu.
“Untuk layanan vaksin rutin khususnya imunisasi dasar lengkap di Puskesmas kami dijadwalkan pada hari Selasa dan Kamis. Selain itu, kami juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu maupun pos-pos vaksin yang ada di wilayah kerja Puskesmas Medono,” terangnya.
Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, pihaknya juga menghadirkan inovasi pelayanan bernama LINCAH (Lengkapi Imunisasi Cegah Penyakit Pada Anak). Melalui inovasi ini, petugas kesehatan aktif mendatangi titik-titik pelayanan di lingkungan masyarakat agar akses imunisasi semakin mudah dijangkau.
Happy menambahkan, hingga saat ini pada tahun 2026 wilayah kerja Puskesmas Medono belum ditemukan kasus campak.
“Alhamdulillah sampai bulan ini di tahun 2026 untuk wilayah Puskesmas Medono belum ada temuan kasus campak. Namun demikian, upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui imunisasi,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa, gejala campak umumnya ditandai dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, serta mata merah. Pada kondisi tertentu, campak juga dapat disertai diare yang berpotensi menyebabkan dehidrasi pada anak.
“Kalau diare tidak segera tertangani dan disertai panas tinggi, maka bisa menyebabkan dehidrasi. Pada balita, kondisi dehidrasi ini sangat berbahaya bahkan dapat berujung pada kematian,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua balita yang mengikuti imunisasi MR di Puskesmas Medono, Nabila, mengaku rutin membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Ia mengatakan anaknya yang kini berusia 18 bulan datang ke Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi campak sebagai bagian dari imunisasi dasar lengkap.
“Alhamdulillah pelayanannya bagus. Dilayani sesuai jamnya, bidannya juga ramah dan memberikan edukasi kepada kami sebagai orang tua,” ungkap Nabila.
Ia juga mengaku selama ini anaknya tidak mengalami keluhan setelah menerima imunisasi.
Dengan berbagai upaya tersebut.
“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak terus meningkat, sehingga anak-anak di Kota Pekalongan dapat tumbuh sehat serta terhindar dari penyakit menular yang dapat dicegah melalui vaksinasi,”pungkasnya.





