Pegawai Perusahaan Pembiayaan Jadi Korban Penganiayaan Saat Menagih Angsuran di Pekalongan

Pegawai Perusahaan Pembiayaan Jadi Korban Penganiayaan Saat Menagih Angsuran di Pekalongan
Adityo Permono (30) karyawan PT.Oto Finance jaket coklat di dampingi Cholid Collection Head PT.Oto Finance melaporkan ke Polsek Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.Jumaat (06/03/26).

PANTURA24.COM,PEKALONGAN, – Seorang pegawai perusahaan pembiayaan menjadi korban penganiayaan oleh nasabah saat menjalankan tugas penagihan di Desa Werdi, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Korban berinisial AP (30), karyawan PT Summit Oto Finance yang bekerja sebagai collector internal, datang ke rumah istri nasabah berinisial AC (33) sekitar pukul 09.00 WIB untuk menagih angsuran kendaraan yang disebut telah menunggak lebih dari dua bulan.

Bacaan Lainnya

AP mengatakan awalnya proses penagihan berlangsung secara baik-baik. Ia dan nasabah sempat membicarakan kemungkinan pembayaran sebagian dari tunggakan tersebut.

“Saya sudah menagih baik-baik kepada pelaku. Dia sempat bilang mau mencicil dulu berapa, tapi ternyata tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” kata AP.

Menurut AP, saat itu pelaku juga menyepakati untuk membuat perjanjian kesanggupan pembayaran. Namun karena tidak membawa pulpen, pelaku keluar rumah dengan alasan mencari pulpen.

Tak lama kemudian, pelaku kembali dalam kondisi emosi dan diduga membawa benda tumpul dari belakang rumah.

“Tiba-tiba pelaku datang dari belakang rumah membawa benda tumpul dan langsung memukul ke arah kepala saya. Saya sempat menangkis dengan tangan lalu berusaha lari, tetapi masih sempat dipukul lagi mengenai kepala,” ujar AP.

AP mengatakan dirinya kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari lokasi karena kondisi sekitar rumah yang relatif sepi.

“Alhamdulillah saya masih bisa menyelamatkan diri dengan berlari untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, AP segera menghubungi pihak perusahaan dan melaporkan peristiwa yang dialaminya. Perwakilan perusahaan kemudian menjemput korban dan membawanya untuk menjalani visum sebelum melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Setelah kejadian saya langsung menghubungi pihak perusahaan. Kemudian saya dijemput dan diantar untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Wiradesa,” ucap AP.

Collection Head PT Summit Oto Finance Cabang Pekalongan, Choliq, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban telah menjalankan tugas penagihan sesuai prosedur perusahaan.

“Korban sudah berkoordinasi dengan kantor. Kami kemudian mengantarkan korban untuk melakukan visum dan melanjutkan pelaporan ke Polsek Wiradesa terkait dugaan penganiayaan,” kata Choliq.

Ia menambahkan, pihak perusahaan berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *