Wali Kota Pekalongan Buka Kirab Imlek 2026, Tegaskan Semangat Toleransi di Bulan Ramadhan

Wali Kota Pekalongan Buka Kirab Imlek 2026, Tegaskan Semangat Toleransi di Bulan Ramadhan
Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 digelar di halaman Klenteng Po An Thian, resmi dibuka oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.Senin (02/03/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN, – Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 yang digelar di halaman Klenteng Po An Thian, Senin (2/3/2026), berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Wakil Wali Kota Balgis Diab.

Acara yang digelar di depan halaman klenteng itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus klenteng, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kirab yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan di tengah suasana ibadah umat Muslim tersebut justru mempertegas karakter Kota Pekalongan sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi.

“Walaupun diselenggarakan di bulan puasa, tidak menyurutkan semangat panitia untuk tetap melaksanakan. Pemerintah dan masyarakat juga tetap antusias mendukung. Ini adalah bentuk asli Kota Pekalongan yang penuh toleransi,” ujar Afzan.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Cuaca mendung yang menyelimuti jalannya acara pun dinilai sebagai pertanda baik.

Selain itu, Afzan menyebut kondisi Kota Pekalongan kini telah kembali kondusif setelah sebelumnya sempat dilanda banjir dan sejumlah kejadian lainnya.
“Alhamdulillah situasi sudah kondusif. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejadian luar biasa,” katanya.

Kirab Ritual dan Budaya Imlek ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin sekaligus ciri khas Kota Pekalongan. Selain mempererat persaudaraan lintas agama, kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kota Pekalongan membuka peluang pengembangan rangkaian kegiatan pendukung, seperti festival kuliner dan partisipasi pelaku usaha dari luar daerah, agar perayaan Imlek ke depan semakin semarak dan berdampak luas bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *