PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan melakukan pembersihan area cagar budaya yang merupakan sisa Benteng Fort Peccalongan di lingkungan Menara Pengamanan 3, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rutan dalam menjaga kelestarian warisan sejarah sekaligus memastikan fungsi pengamanan tetap berjalan optimal.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Pekalongan, Imam Yudha Indarto, dan melibatkan pegawai serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Mereka membersihkan rumput liar, mengangkat sampah, serta membersihkan kotoran yang menempel pada struktur tembok benteng.
Imam menjelaskan, tembok tersebut merupakan bagian dari Benteng Fort Peccalongan atau Fort de Beschermer yang dibangun pada tahun 1753. Dengan usia sekitar 273 tahun, struktur itu menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan Kota Pekalongan pada masa kolonial.
“Saat ini, sisa benteng tersebut difungsikan sebagai Menara Pengamanan 3 di lingkungan Rutan Pekalongan. Meski telah mengalami penyesuaian fungsi, keaslian struktur tembok tetap dipertahankan karena memiliki nilai historis dan arsitektural yang tinggi,” kata Imam.
Menurut dia, keberadaan tembok tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengamanan, tetapi juga menjadi simbol identitas sejarah kota. Oleh karena itu, perawatan rutin diperlukan untuk mencegah kerusakan akibat faktor cuaca dan pertumbuhan vegetasi liar.
“Langkah ini merupakan upaya preventif untuk memperlambat pelapukan dan menjaga kondisi bangunan agar tetap terawat,” ujarnya.
Imam menambahkan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai pembinaan bagi warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam perawatan cagar budaya, warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memahami pentingnya menjaga warisan sejarah.
“Keberadaan tembok ini tidak hanya menunjang aspek keamanan, tetapi juga merepresentasikan perjalanan sejarah Kota Pekalongan. Perawatannya harus dilakukan secara berkelanjutan dan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Pihak Rutan Pekalongan berharap perawatan rutin ini dapat menjaga kelestarian sisa Benteng Fort Peccalongan agar tetap berdiri kokoh. Upaya tersebut juga menjadi wujud peran institusi pemasyarakatan tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pelestarian nilai sejarah dan budaya.
“Melalui langkah ini, kami berkomitmen menjaga keamanan lingkungan sekaligus merawat warisan budaya yang menjadi bagian dari sejarah Kota Pekalongan,” kata Imam.





