PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Pelaksanaan Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan dari sejumlah orang tua murid. Menu yang dibagikan selama Ramadan dinilai belum mencerminkan standar kecukupan gizi dan kelayakan konsumsi bagi anak usia dini.
Seorang wali murid mengungkapkan keluhannya pada Selasa (24/2/2026).
Ia menuturkan, distribusi MBG selama bulan puasa telah dimulai sejak Senin (23/2/2026). Pada hari pertama, anak-anak menerima paket berisi tiga butir kurma, roti, tahu, dan kacang kedelai.
Menurut dia, komposisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kecukupan gizi, terlebih bagi anak-anak TK yang tengah belajar berpuasa.
“Kalau menunya seperti itu, apa sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi anak, apalagi mereka masih usia TK dan sedang berpuasa,” ujarnya.
Kekecewaan kembali muncul pada hari kedua pembagian. Paket makanan terdiri atas telur asin, roti, kacang, dan jeruk. Namun, perhatian orang tua tertuju pada kondisi jeruk yang disebut memiliki bintik-bintik cokelat di bagian kulit, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai kesegarannya.
Selain kualitas bahan, jenis menu yang disajikan juga dinilai kurang sesuai dengan selera anak-anak. “Kebanyakan anak memang kurang suka menu seperti itu,” katanya.
Program MBG tersebut dibagikan sekitar pukul 09.00 WIB saat siswa masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Orang tua berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya selama Ramadan.
Mereka menekankan pentingnya perbaikan variasi menu, pemilihan bahan makanan yang segar dan aman dikonsumsi, serta penyesuaian kandungan gizi dengan kebutuhan anak usia dini. Dengan demikian, tujuan program untuk mendukung pemenuhan gizi anak dapat benar-benar tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana program maupun pemerintah daerah terkait evaluasi menu MBG di wilayah tersebut.





