PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Banjir yang tak kunjung surut di wilayah Tanjung dan sejumlah titik di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kembali menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Novi udin, Sekretaris Jenderal DPP LSM Robin Hood 23, yang menilai pemerintah daerah hingga aparat desa dan kecamatan belum menunjukkan langkah konkret dan serius dalam menangani persoalan drainase yang menjadi akar masalah.
Menurut Novi, kondisi drainase di wilayah Tanjung dan sekitarnya sangat memprihatinkan. Saluran air yang sempit, tersumbat sedimentasi, serta minimnya perawatan menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga banjir terus terjadi bahkan dalam waktu yang lama.
“Ini bukan lagi persoalan musiman, ini sudah menjadi persoalan kronis. Drainase yang buruk dan tidak terawat adalah bukti lemahnya perhatian pemerintah Kabupaten Pekalongan, termasuk kantor kepala desa dan pihak Kecamatan Tirto. Masyarakat terus menjadi korban tanpa solusi nyata,” tegas Novi dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Ia juga menyoroti lambannya respons dari pemerintah setempat dalam melakukan normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur drainase. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksiapan dan kurangnya komitmen dalam melindungi warga dari bencana yang sebenarnya bisa dicegah.
“Pemerintah tidak boleh hanya datang saat banjir terjadi, lalu hilang tanpa tindak lanjut. Harus ada langkah strategis, mulai dari normalisasi drainase, perencanaan tata air yang baik, hingga pengawasan rutin. Jika ini terus diabaikan, maka banjir akan menjadi warisan masalah yang tidak pernah selesai,” tambahnya.
Warga Tanjung dan wilayah Kecamatan Tirto sendiri mengeluhkan dampak banjir yang merendam rumah, mengganggu aktivitas ekonomi, serta menimbulkan kerugian material. Beberapa warga bahkan menyebut banjir kini terjadi lebih sering dan lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya.
LSM Robin Hood 23 mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pihak Kecamatan Tirto, serta pemerintah desa setempat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan mengambil tindakan nyata, bukan sekadar janji.
“Jangan tunggu masyarakat kehilangan kesabaran. Pemerintah harus hadir dengan solusi, bukan hanya wacana. Ini menyangkut hak masyarakat untuk hidup aman dan layak,” pungkas Novi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi banjir yang telah lama menjadi persoalan serius di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.





