PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN, – Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ajakan tersebut disampaikan Afzan, yang akrab disapa Aaf, usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral tentang Mitigasi Gangguan Kamtibmas di Aula Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (19/2/2026).
“Kita butuh juga informasi dari masyarakat. Kalau ada kejadian-kejadian atau penyakit masyarakat selama bulan puasa, silakan lapor ke Polres maupun Pemerintah Kota Pekalongan lewat Dishub, Satpol P3KP, atau Kodim 0710/Pekalongan. Bisa juga melalui media sosial resmi pemerintah,” kata Aaf.
Rakor tersebut dipimpin Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Aaf mengatakan, Pemerintah Kota Pekalongan telah mengeluarkan seruan dan imbauan untuk menjaga ketertiban selama Ramadan. Imbauan tersebut antara lain melarang perjudian, prostitusi, peredaran dan konsumsi minuman keras, narkotika, serta obat-obatan terlarang. Selain itu, masyarakat juga dilarang memproduksi, memperjualbelikan, maupun menyalakan petasan.
“Seruan dan imbauan selama Ramadan sudah kita lakukan dari awal. Intinya kita ingin suasana Ramadan di Kota Pekalongan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah potensi gangguan kamtibmas yang menjadi perhatian antara lain peredaran petasan, penyakit masyarakat, balap liar, hingga penerbangan balon udara liar saat Syawalan.
Selain isu keamanan, rakor juga membahas kondisi jalan rusak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat selama Ramadan.
Aaf menjelaskan, Pemkot Pekalongan telah menyiapkan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan jalan rusak akibat kondisi darurat, termasuk dampak cuaca ekstrem. Namun, perbaikan belum optimal karena hujan masih sering turun.
“Bukan berarti kita membiarkan. Anggarannya sudah kita siapkan. Tapi situasi dan kondisi memang belum memungkinkan karena hujan terus. Untuk masyarakat mohon bersabar dan tetap berhati-hati karena masih banyak jalan berlubang,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya bersama Forkopimda telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan.
Menurut dia, kerawanan yang perlu diwaspadai antara lain tawuran, balap liar, petasan, hingga kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.
“Kita lakukan mitigasi dan pencegahan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, nyaman, dan kondusif,” kata Riki.
Ia menambahkan, Polres Pekalongan Kota akan meningkatkan patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), terutama pada jam-jam rawan seperti menjelang waktu berbuka puasa. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Exit Tol Setono yang kerap dijadikan lokasi balap liar saat ngabuburit.
“Kita akan lakukan pencegahan terhadap para pelaku balap liar. Harapannya saat ngabuburit tidak ada lagi balap liar karena sangat mengganggu dan rawan kecelakaan,” ujarnya.
Riki menegaskan, sinergi antara Polres, Pemerintah Kota, TNI, dan instansi terkait akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
“Partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan Ramadan yang aman dan penuh keberkahan di Kota Pekalongan,” kata dia.





