PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop dan UKM) melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengawasan harga serta stok barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11–12 Februari 2026 di sejumlah titik distribusi dan perdagangan di wilayah Kota Pekalongan.
Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Rabu (18/2/2025) menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan stok, serta kelayakan barang beredar menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.
Pemantauan dilakukan oleh tim terpadu yang terdiri dari unsur Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, Kepolisian Kota Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Satpol PP, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bagian Perekonomian, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan dan DPMPTSP. Fitria mengungkapkan sinergi lintas instansi ini dilakukan guna memastikan pengawasan berjalan optimal, baik dari sisi harga, distribusi, hingga aspek keamanan dan kesehatan barang yang beredar.
Ia mengatakan bahwa kegiatan pemantauan menyasar berbagai titik strategis, meliputi 3 pasar rakyat, 4 pasar modern, 8 toko retail modern, 1 distributor beras, 1 distributor telur, 2 toko beras, 1 toko oleh-oleh, 1 SPBU, 1 agen LPG 3 kg, 1 pangkalan LPG 3 kg dan 1 kios kedelai.
Fitria menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan, tim melakukan pemantauan terhadap harga jual komoditas, ketersediaan stok, jumlah pasokan dan asal pasokan barang. Selain itu, pengawasan juga mencermati kondisi fisik barang, antara lain kondisi barang (baik/rusak), kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, nomor P-IRT untuk produk pangan olahan.
“Untuk temuan dari hasil pantauan, ada beberapa komoditas yang kemasannya rusak seperti minuman kaleng, dan makanan kemasan yang sudah lewat tanggal kadaluarsa, jadi masyarakat ketika membeli harus teliti,” tandasnya.
Untuk harga komoditas, disebutkan Fitria antara lain beras medium Rp13.500/kg, beras premium: Rp14.900/kg, beras SPHP Rp12.500/kg, gula pasir Rp17.000/kg, minyak goreng curah Rp18.400/kg, minyak goreng premium: Rp21.000/liter, telur ayam Rp28.500/kg, cabai merah keriting Rp35.000/kg, cabai rawit merah Rp70.200/kg, daging ayam Rp40.200/kg, daging sapi Rp120.000/kg dan lainnya.
Ia menerangkan bahwa menjelang awal Ramadan, terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah bahan pokok. Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan di distributor dan pasar, pasokan dan stok dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat adanya kenaikan permintaan menjelang awal Ramadan, namun hingga saat ini stok dan pasokan masih dalam kondisi aman,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena stok bahan pokok dipastikan dalam kondisi aman dan terdistribusi dengan baik di seluruh wilayah Kota Pekalongan. Akan tetapi masyarakat diminta untuk teliti sebelum membeli baik kemasan maupun tanggal kadaluarsa.





