Aspal Jalan Banprov di Cepokokuning Batang Mengelupas, Kades Sebut Faktor Cuaca dan Truk Berat

Aspal Jalan Banprov di Cepokokuning Batang Mengelupas, Kades Sebut Faktor Cuaca dan Truk Berat
Kantor desa cempokokuning.Senin (16/02/26).

PANTURA24.COM,BATANG, – Proyek pengaspalan jalan yang bersumber dari anggaran bantuan provinsi (Banprov) Tahun Anggaran 2025 di Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu itu kini sudah mengelupas dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kualitas pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Padahal, pengaspalan jalan itu diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas warga setempat.

Kepala Desa Cepokokuning, Maryadi, membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan bantuan provinsi yang berasal dari aspirasi gubernur dan dikerjakan pada tahun anggaran sebelumnya.
“Betul, itu Banprov, aspirasi gubernur. Pekerjaannya tahun kemarin,” ujar Maryadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan jalan diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca serta kondisi lingkungan. Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi dan seringnya jalan dilalui kendaraan bermuatan berat turut mempercepat kerusakan aspal.
“Kadang hujan terus, lalu sering dilewati truk bermuatan. Apalagi di bagian simpangan, kontur tanahnya memang belum matang. Jadi ketika dilewati truk, kekuatan jalannya berkurang,” jelasnya.

Terkait kelengkapan proyek, Maryadi menyebutkan bahwa batu prasasti proyek telah dipasang, meskipun ia tidak merinci lokasi pemasangannya. Ia juga menyampaikan bahwa pengerjaan pengaspalan dilakukan oleh pihak ketiga.
Adapun nilai anggaran proyek tersebut sebesar Rp 100 juta. Dana itu digunakan untuk pengaspalan di dua titik yang masih berada dalam satu wilayah RT, yakni RT 5 Desa Cepokokuning.

“Nilainya Rp 100 juta, itu untuk dua titik tapi masih satu RT. Pekerjaannya sudah 100 persen,” kata Maryadi.

Meski demikian, ia memastikan bahwa kerusakan atau aspal yang terkelupas akan diperbaiki. Namun, perbaikan akan dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

“Kalau yang terkelupas nanti, kalau cuaca sudah agak terang dan tidak hujan terus, akan saya suruh perbaiki,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *