Aku Yakin Azab dan Keadilan Ada: Trauma Pemuda 33 Tahun Usai Motor Dirampas Oknum Berkedok DC

Aku Yakin Azab dan Keadilan Ada: Trauma Pemuda 33 Tahun Usai Motor Dirampas Oknum Berkedok DC
Foto ilustrasi.Minggu (15/02/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Seorang pemuda berinisial FA (33) warga kota pekalongan masih menyimpan trauma mendalam usai sepeda motor miliknya dirampas oleh lima orang yang mengaku sebagai debt collector (DC). Peristiwa memilukan itu dialami FA pada 10 October 2025, dan hingga kini meninggalkan luka batin yang belum pulih.

Kepada awak media, FA menuturkan, kejadian bermula saat dirinya mengendarai sepeda motor Genio mau menemui sang kekasih. Saat itu, ia berangkat dari kawasan Decoro pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Namun nahas, ketika berhenti di lampu merah Pragak, FA tiba-tiba dicegat oleh lima orang tak dikenal. Mereka mengaku sebagai petugas penagihan dan memaksa FA untuk ikut bersama mereka. Dalam kondisi panik dan tertekan, FA akhirnya dibawa ke sebuah kantor yang disebut Dupan.

“Saya benar-benar ketakutan. Mereka memaksa, saya tidak diberi kesempatan menjelaskan. Motor langsung dirampas. Sampai sekarang saya trauma dan memilih membeli motor bekas daripada baru nanti dicegat bila menunggak,” ujar FA dengan suara bergetar.

FA mengaku peristiwa tersebut sangat membekas secara psikologis. Ia merasa dizalimi sebagai rakyat kecil yang tidak memiliki kuasa untuk melawan. Bahkan, ia sempat takut untuk kembali berkendara sendirian setelah kejadian itu.

“Saya hanya berharap orang-orang yang merampas kendaraan saya diberi azab yang pedih, karena telah menzalimi orang kecil seperti saya,” ucapnya lirih.

FA sengaja menceritakan pengalaman pahit ini kepada awak media dengan satu harapan: agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat lebih waspada. Menurutnya, praktik perampasan kendaraan dengan dalih pihak ketiga sangat meresahkan dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Ia juga berharap aparat penegak hukum dapat lebih tegas dalam menindak oknum-oknum yang melakukan penarikan kendaraan secara paksa di jalanan.

Peristiwa yang dialami FA menjadi pengingat bahwa keamanan dan keadilan masih menjadi keresahan banyak warga khusus dikota pekalongan. Masyarakat pun diimbau untuk memahami hak-haknya dan segera melapor jika mengalami tindakan serupa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *