PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN, – Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, Jumat–Minggu (13–15/2/2026), di GOR Jetayu
.
GPM diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan bekerja sama dengan Perum Bulog, Bank Indonesia Tegal, serta Rooang Karya Kanzus Sholawat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan GPM serentak di berbagai daerah di Indonesia guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati mengatakan, GPM menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat, terutama pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan.
“Hari ini kami bersama Bulog, BI Tegal, dan Rooang Karya Kanzus Sholawat menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah secara serentak. Tujuannya agar masyarakat dapat memperoleh pangan berkualitas dengan harga wajar,” ujar Lili saat ditemui di lokasi, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, pada 2026 kegiatan serupa akan kembali digelar tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga pada pertengahan Ramadan, Iduladha, serta menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, kebutuhan pokok yang disediakan setiap hari antara lain beras sebanyak 750 kantong, terdiri dari 400 kantong beras premium dan 350 kantong beras SPHP. Selain itu tersedia minyak goreng dan gula pasir masing-masing 600 kilogram, telur ayam 100 kilogram, serta bawang merah dan bawang putih total 500 kilogram.
Untuk menjaga pemerataan, pembelian dilakukan menggunakan sistem kupon dengan pembatasan maksimal dua item untuk setiap jenis bahan pangan.
Adapun harga yang ditawarkan antara lain beras premium 5 kilogram Rp 63.000, beras SPHP 5 kilogram Rp 55.000, minyak goreng Rp 14.500 per liter, gula pasir Rp 15.500 per kilogram, telur ayam Rp 27.500 per kilogram, daging ayam Rp 35.000 per ekor, bawang merah Rp 36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 33.000 per kilogram. Selain itu, tersedia pula aneka frozen food, sayuran, cabai, ikan, serta olahan ikan.
Salah seorang warga Panjang, Eva, mengaku terbantu dengan adanya GPM karena harga yang lebih murah dibandingkan pasaran.
“Saya beli beras dan minyak. Selisihnya cukup terasa. Beras premium di pasaran sekitar Rp 75.000, di sini Rp 63.000. Pelayanannya juga cepat,” katanya.
Sejak hari pertama, antusiasme warga terlihat cukup tinggi, mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau





