Kasus Penarikan Kendaraan di Pekalongan, Oknum Anggota DPRD Diduga Mantan Debt Collector

Kasus Penarikan Kendaraan di Pekalongan, Oknum Anggota DPRD Diduga Mantan Debt Collector
Foto ilustrasi.Jumaat (13/02/26).

PANTURA24.COM, KOTA PEKALONGAN, – Seorang warga berinisial DPM (45), warga Kota Pekalongan, mengaku mengalami peristiwa tidak menyenangkan setelah dicegat oleh rombongan yang diduga oknum debt collector (DC) saat melintas di wilayah Pekalongan, pada tahun lalu.

DPM menuturkan, kejadian bermula ketika ia berkendara dari arah Kajen menuju Kota Pekalongan. Dalam perjalanan, ia merasa diikuti oleh dua mobil.“Saya jalan terus, tiba-tiba dicegat. Mobil di depan dan belakang langsung memepet. Saya kaget bukan main, sampai harus rem mendadak,” ujar DPM dengan suara bergetar.Jumaat (13/02/26).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, beberapa orang kemudian mengetuk kaca mobilnya dengan nada keras. “Seperti di film, kayak mafia atau bajingan yang sedang narik mobil,” kata DPM sambil menangis.

DPM mengaku diminta mengikuti salah satu mobil tersebut dan dikawal dari belakang. Ia semakin panik ketika diarahkan ke sebuah kantor Kepolisian.“Sampai di dalam, saya ditanya bukti setoran, STNK, kunci mobil. Bahkan saya diminta tanda tangan penyerahan mobil,” tuturnya.

Yang membuat DPM semakin terkejut, salah satu orang yang mengaku DC disebut-sebut merupakan oknum calon anggota legislatif dari DPRD Kota Pekalongan dan diduga sekarang duduk dikursi DPRD Kota pekalongan.

DPM menegaskan bahwa dirinya masih berkoordinasi dengan pihak leasing atau jasa keuangan dan tidak pernah merasa bermasalah. Ia juga mempertanyakan legalitas penarikan kendaraan tersebut.

“Saya tanya mana KTA DC, mana surat kuasa dari leasing. Mereka hanya menunjukkan aplikasi di ponsel yang katanya saya telat bayar. Surat kuasa katanya ada di kantor,” ungkapnya.

Dalam kondisi tertekan karena dikepung sekitar 10 orang bertubuh besar, DPM memilih keluar dari lokasi bersama mobilnya.

“Saya bilang, Anda ini diduga preman berizin. Lalu saya pergi dari kantor polisi itu,” kata DPM dengan nada kesal.

Hingga kini, DPM berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta aparat menindak tegas praktik penarikan kendaraan yang tidak sesuai prosedur hukum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *