PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Maraknya dugaan aksi oknum debt collector (DC) yang meminta sepeda motor di jalan dengan cara membuka jok hingga mengecek nomor mesin di Kota Pekalongan menuai keresahan warga. Keluhan tersebut ramai disuarakan warganet melalui kolom komentar media sosial Berita Pantura.Kamis (12/02/26).
Sejumlah netizen mengaku pernah menjadi korban maupun saksi kejadian serupa. Mereka menilai tindakan tersebut kerap menyasar pengendara yang sebenarnya tidak memiliki masalah kredit, bahkan motor sudah lunas atau dibeli secara tunai. Aksi ini disebut sering dilakukan secara berkelompok dan dinilai meresahkan masyarakat.
Beberapa komentar juga menyinggung lokasi-lokasi yang kerap disebut rawan, seperti kawasan stasiun, terminal, hingga jalur tertentu di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Warganet mengaku pernah diberhentikan di jalan tanpa penjelasan yang jelas, sehingga menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan.
Selain itu, muncul pula tudingan bahwa oknum DC tersebut seolah kebal hukum dan jarang ditindak. Sebagian netizen mempertanyakan peran aparat penegak hukum, bahkan ada yang berasumsi adanya pembiaran atau perlindungan terhadap oknum tertentu. Kondisi ini dinilai dapat memicu kemarahan publik apabila tidak segera ditangani.
Warganet mendesak aparat kepolisian, khususnya jajaran Polres setempat, untuk segera turun tangan menertibkan praktik-praktik penagihan yang diduga melanggar hukum. Mereka berharap penindakan tegas dapat mengembalikan rasa aman masyarakat serta mencegah terjadinya konflik di lapangan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai kebenaran dan penanganan dugaan aksi oknum DC tersebut.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang meresahkan di jalan raya.





