PANTURA24.COM, KOTA PEKALONGAN, – Seorang warga Bantaran, Kota Pekalongan, berinisial Z (43), diduga menjadi korban tindak pidana pengeroyokan di Lapangan Asparagas, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan, Minggu (8/2/2026) sore. Peristiwa tersebut meninggalkan luka fisik serius serta trauma mendalam bagi korban.
Kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Z tengah berada di rumahnya dan sedang memperbaiki rumah bersama tukang. Ia kemudian menerima sambungan telepon yang mengabarkan adanya pihak-pihak yang tidak senang terhadap dirinya. Merasa perlu meluruskan persoalan, Z memutuskan mendatangi Lapangan Asparagas untuk menemui seorang temannya.
Namun, setibanya di lokasi, situasi berubah mencekam. Beberapa orang, yang jumlahnya lebih dari tiga orang, tiba-tiba mendatangi Z dan langsung melakukan pemukulan secara brutal. Korban mengaku diserang bertubi-tubi tanpa sempat menghindar.
“Mereka memukul saya pakai batako. Karena jumlahnya banyak, saya tidak bisa menghindar. Pelipis, pipi, perut, tangan, semua dipukul. Gigi saya sampai lepas semua,” ujar Z dengan suara tertahan menahan rasa sakit.Kamis (12/02/26).
Akibat pengeroyokan tersebut, Z mengalami luka-luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk kehilangan seluruh giginya. Kondisi itu membuatnya harus menanggung penderitaan fisik sekaligus psikis.
Atas peristiwa itu, Z melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polres Pekalongan Kota pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/10/II/2026/JATENG/RES.PKL.KT dan telah diterima secara resmi oleh pihak kepolisian.
“Saya berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya. Jumlahnya diduga lebih dari lima orang. Saya minta mereka segera ditangkap,” kata Z.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan pengeroyokan tersebut.korban meminta para pelaku ditangkap dan mendalami motif di balik aksi kekerasan itu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan saat ini korban sedang dirumah sakit swasta dikota pekalongan.






