Diduga Bertindak Layaknya Aparat, Oknum DC Hentikan dan Tarik Motor Siswa SMA di Alun-alun Pekalongan mendapat sorotan

Diduga Bertindak Layaknya Aparat, Oknum DC Hentikan dan Tarik Motor Siswa SMA di Alun-alun Pekalongan mendapat sorotan
Motor milik siswa SMA kelas XII yang ditarik okmum dc didupan.Rabu (11/02/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN,– Seorang siswa SMA di Kota Pekalongan diduga menjadi korban tindakan arogan oknum debt collector (DC) saat melintas di kawasan Alun-alun Kota Pekalongan. Peristiwa tersebut menuai sorotan dan kecaman dari advokat serta organisasi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Peristiwa itu dialami Hs (18), siswa kelas XII SMA asal Kelurahan Kraton,bandengan Kota Pekalongan, pada Jumat (30/1/2026) jam 11.38. Saat itu, Hs tengah mengendarai sepeda motor dari arah Setono menuju Alun-alun Kota Pekalongan.

Senja belum sepenuhnya turun ketika perjalanan pulang Hs mendadak terhenti. Dua sepeda motor yang ditumpangi tiga pria tak dikenal tiba-tiba menghadangnya di kawasan yang ramai aktivitas warga. Ketiga pria tersebut diduga merupakan oknum debt collector.

Menurut keterangan, Hs diminta menepi dan diperintahkan membuka jok motor. Para oknum tersebut kemudian memeriksa nomor mesin serta mengucapkan kata kata motor bermasalah belum setoran ikut ke kantor saya, tindakan yang dinilai menyerupai kewenangan aparat penegak hukum.

Menanggapi kejadian tersebut, Advokat Didik Pramono, S.H., dari Himpunan Advokat Nahdlatul Ulama (HIMANU) sekaligus Ketua Umum Ormas Bintang Adhiyaksa 23, menyayangkan keras tindakan para oknum DC tersebut.

“Ini sangat disayangkan. Oknum DC bertindak arogan, seolah-olah mereka adalah aparat penegak hukum. Menyuruh pengendara minggir, membuka jok, memeriksa nomor mesin dan Lain lain. Itu jelas bukan kewenangan mereka,” ujar Didik, Rabu (11/2/2026).

Didik menilai tindakan tersebut membahayakan masyarakat, terlebih dilakukan di ruang publik dan menyasar seorang pelajar. Ia juga menduga maraknya aksi serupa tidak lepas dari adanya pembiaran.

“Saya meminta kepada Bapak Kapolres Kota Pekalongan agar mengambil tindakan tegas. Tangkap para oknum DC arogan ini. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman di jalan raya. Ada dugaan mereka berani karena merasa dibekingi aparat penegak hukum,” kata Didik.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat audiensi ke Polres Kota Pekalongan untuk membahas maraknya aksi oknum debt collector yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, Didik juga mengimbau warga Kota Pekalongan agar lebih berhati-hati, khususnya saat melintasi kawasan grosir hingga terminal yang diduga kerap menjadi lokasi beroperasinya dan mangkal para oknum DC.

“Kalau didekati oknum DC, cari tempat aman. Jangan melawan dan jangan terpancing emosi. Kunci stang motor, tinggalkan saja motornya, lebih baik ngopi atau merokok sambil menunggu daripada motor dibawa,” tegas Didik.

Ia berharap aparat kepolisian segera turun tangan guna memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat pengguna jalan di Kota Pekalongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *