PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan kembali mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir. Dapur umum tersebut mulai aktif sejak Jumat (6/2/2026) seiring meningkatnya jumlah pengungsi akibat hujan berintensitas tinggi di sejumlah wilayah.
Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan Yos Rosyidi mengatakan, pengaktifan kembali dapur umum dilakukan atas dasar pertimbangan kemanusiaan, terutama karena jumlah pengungsi terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.
“Dapur umum sudah kembali beroperasi sejak Jumat. Pertimbangannya karena pengungsi semakin banyak, sehingga perlu dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya makanan siap saji,” kata Yos saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, dapur umum difokuskan untuk menyiapkan dan mendistribusikan nasi bungkus beserta lauk pauk kepada para pengungsi di lokasi-lokasi pengungsian dan titik terdampak banjir.
Pada Senin (9/2/2026), dapur umum Dinsos-P2KB mendistribusikan sekitar 540 nasi bungkus untuk kebutuhan tiga kali makan pengungsi, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat.
Rinciannya, 260 bungkus disalurkan ke Posko Pengungsian Aula Kecamatan Pekalongan Barat, 45 bungkus ke SD Tirto 3, 10 bungkus ke lokasi pengungsian At Taubah, 90 bungkus ke Kelurahan Pasirkratonkramat, 95 bungkus ke Pengungsian Kantor Eks Kraton Kidul, serta 40 bungkus ke Posko Bahurekso.
Menurut Yos, distribusi makanan dilakukan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan data dan kondisi pengungsi yang terus diperbarui agar bantuan tepat sasaran.
“Jumlah distribusi bisa berubah setiap hari, tergantung perkembangan jumlah pengungsi dan kondisi wilayah terdampak,” ujarnya.
Terkait durasi operasional, Yos menegaskan dapur umum akan terus disiagakan selama masih terdapat pengungsi dan kebutuhan konsumsi belum dapat dipenuhi secara mandiri.
“Selama masih dibutuhkan dan kondisi belum sepenuhnya normal, dapur umum akan tetap kami operasikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melayani masyarakat saat darurat,” pungkasnya.





