Pensiunan Lapas Batang Menangis Haru, Kasus Dugaan Penipuan CPNS Naik Penyidikan

Pensiunan Lapas Batang Menangis Haru, Kasus Dugaan Penipuan CPNS Naik Penyidikan
Korban penipuan penerimaan cpns Muhammad Husni Mubarok.Minggu (18/01/26).

PANTURA24.COM,BATANG,- Seorang pensiunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang, Jawa Tengah, mengaku menjadi korban dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 350 juta.

Anak Korban bernama Muhammad Husni Mubarok menyebutkan, dugaan penipuan itu dilakukan oleh rekan kerjanya ayahnya sendiri dengan iming-iming bisa meloloskan seseorang menjadi CPNS di Kemenkumham.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah saya sedikit lega setelah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polres Batang dengan Nomor B/533/IX/2025/Reskrim,” ujar Husni, Minggu (18/01/2026).

Dalam surat tersebut, hasil gelar perkara yang dilakukan pada 23 Desember 2025 menyimpulkan bahwa telah ditemukan adanya peristiwa pidana berupa dugaan penggelapan dan atau penipuan. Kasus ini pun resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Husni mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menindaklanjuti laporannya.”Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Batang yang telah bekerja keras mengusut kasus ini. Saya sangat berharap keadilan bisa ditegakkan,” katanya sambil menahan haru.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Didik Pramono, SH, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi kliennya hingga proses hukum selesai.”Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas agar klien kami mendapatkan keadilan. Kami berharap terduga pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar Didik.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyidik Polres Batang atas profesionalisme dalam menangani perkara tersebut.

Sebelumnya Mencuatnya kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) yang melibatkan oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Batang terus berlanjut.

Kepala Lapas Batang, Jose Quelo menegaskan bahwa terkait ada oknum pegawainya yang berinisial JP terlibat dugaan penipuan CPNS Kemenkumham itu tidak ada hubungannya dengan Lapas Kelas II B Batang.

“Itu perbuatan pribadi JP kepada korban, jadi perkaranya tidak terkait langsung dengan Lapas Batang,”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *