PANTURA24.COM, PEKALONGAN – Ratusan warga Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi protes di balai desa pada Jumat (29/8/2025). Mereka menuntut carik desa segera mundur karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran.
Massa datang berbondong-bondong sejak pagi. Sebagian membawa poster tuntutan, sebagian lain menyuarakan keluhan lantang di halaman balai desa. “Warga berhak tahu ke mana uang desa dipakai.
Aksi tersebut dipimpin Akasah, tokoh masyarakat setempat, yang menyatakan warga sudah kehilangan kepercayaan. Menurut dia, selama beberapa tahun terakhir sejumlah program desa tidak berjalan sesuai rencana, sementara laporan pertanggungjawaban keuangan sulit diakses publik.
Ketidakjelasan itu membuat warga menilai carik tidak layak lagi melanjutkan jabatan. “Masyarakat ingin pemerintahan desa kembali dipercaya. Jalan satu-satunya carik harus mundur,” kata Akasah.
Meski berlangsung dalam suasana panas, aksi berjalan tertib. Polisi mengawal jalannya demonstrasi, sementara perangkat desa memilih tetap berada di dalam kantor. Hingga aksi berakhir, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah desa terkait desakan warga.
Krisis kepercayaan ini menjadi puncak kekecewaan warga Proto terhadap tata kelola desa yang dianggap jauh dari prinsip keterbukaan.