Pak RW Suarakan Keluhan Warga Tirto, Air PDAM Pekalongan Macet Berhari-hari

Pak RW Suarakan Keluhan Warga Tirto, Air PDAM Pekalongan Macet Berhari-hari
Ketua RW 01 Kelurahan Tirto bersama warga,Jumaat (29/08/25).

PANTURA24.COM, KOTA PEKALONGAN – Puluhan warga di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan, kembali mengeluhkan macetnya distribusi air dari PDAM. Sudah empat hari terakhir, air tidak mengalir sama sekali hingga menyulitkan aktivitas rumah tangga.

Ketua RW 01 Kelurahan Tirto, AD (44), menyatakan keluhan ini akan terus disuarakan hingga pemerintah kota dan pihak PDAM benar-benar turun tangan.

Bacaan Lainnya

“Jangan hanya turun ke lapangan saat kampanye saja. Sekarang rakyat sedang kesulitan. Puluhan rumah tidak bisa menggunakan air bersih. Kami hanya minta air kembali normal. Warga tiap bulan tetap bayar, jadi seharusnya pelayanan juga normal,” tegas AD.Jumaat (29/08/25).

Ia juga mengutip Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi dan air dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Keluhan serupa disampaikan warga. CS, warga RT 07 RW 01, menyebut kejadian ini bukan pertama kali.“Air macet sudah dua kali dalam beberapa bulan terakhir. Kadang sampai seminggu tidak keluar. Sekarang sudah empat hari mati total. Malu juga kalau terus-terusan harus minta air ke tetangga,” keluhnya.

Sementara itu, IR (40), warga lain yang memiliki bayi berusia enam bulan, mengaku paling terdampak.“Kami butuh air untuk kebutuhan bayi. Bukan sekali ini saja macet. PDAM harusnya serius cari solusi. Apa sebenarnya masalah di saluran sini?” ujarnya.

Sebelumnya Respons PDAM Menanggapi hal tersebut, Kabag Teknik Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan, Crisnanto.S.Sos, menyebut gangguan distribusi air di Tirto disebabkan dampak dari pembuatan udith di kawasan Sidomulyo.“Pipa kami terdampak kegiatan itu. Kami masih koordinasi, pemasangan pipa akan dilakukan berbarengan dengan pemasangan udith,” kata Crisnanto saat dikonfirmasi lewat chat what’s up

Meski demikian, warga berharap ada langkah cepat agar suplai air bisa segera kembali normal. “Kami mohon jangan menunda, air itu kebutuhan sehari-hari,” tambah AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *